Jumat, 16 November 2012

RESENSI BUKU ’23 EPISENTRUM’



Arti kesuksesan yang selama ini menghinggapi fikiran saya ternyata tidak selamanya benar. Betapa pun tidak ada kebenaran mutlak di antara manusia, tetapi nalar ini selalu meng-iya-kan suatu nilai yang mengalir dalam buku ini. Sang penulis kiranya telah berhasil menyampaikan niali ke dalam pembacanya melalui cerita yang mengalir ringan dan indah.

Sukses itu nggak harus selalu berada kemapanan dan bahagia itu nggak harus saat kita banyak uang dan menuhi apa pun yang kita butuhkan. Kira-kira nilai itulah yang ditekan kan oleh sang penulis. Sukses dan bahagia itu jika apa yang kita lakuin atau pekerjaan yang kita geuti sesuai dengan kata hati dan kemauan kita,sehingga segala sesuatu selalu dilakukan dengan semangat dan penuh dengan hati. Buku yang ternyata sudah lama rindukan dan keinginan kuat untuk bisa membelinya ternyata tidak berujung pad sebuah penyesalan, karena firasat kuat saya selalu bilang buku ini gue banget J

Jari ini terlihat sangat indah ketika menari di ats papan keyboard dengan lancarnya, itu artinya ada banyak hal syang ingin saya ungkapkan dari fikiran saya setelah membaca ini. Lewat tulisan ini, saya membagi rasa dengan kalian semua untuk merekomendasikan dengan sangat untuk membaca buku ini guys. Tidak nyesel deh saya berani jamin buku ini kaya akan nilai, walaupun si penulis baru nelurin 2 buku, yang sebelumnya karya perdananya yaitu 9 matahari. Semoga ada waktu untuk bisa mebaca buku yang pertama. Amiin

Balik lagi ke topic bahasan, membaca buku ini seperti de javu yang membawa saya ke alam buku yang sudah saya baca sebelumnya. Bukan satu, tetapi beberapa. Salut buat penulis yang berhasil membuat buku seperti ini. Ketika membicarakan tentang karier dan pekerjaan, saya teringat sang penulis Rene Suhardjono baik mengenai bukunya your job is not your career maupun UltimateU ,yang jika meminjam kata jimatnya yaitu Passion. Kemudian ketika berbicara mengenai kekuatan memberi dan suatu keikhlasan saya teringat buku dari karya Muh. Assad ( yang selalu gaung-gaungkan sebagai seorang suami idaman, hahahaha Amiin naff) dengan judul Notes from Qatar selalu dengan slogannya ‘The Miracle of giving’. Kemudian ketika diperkenalkan mengenai indahnya dunia jurnalistik, saya teringat sosok Indra Herlambang dengan karyanya ‘Kicau-kacau’ saya kurang yakin mengapa saya memilih sosok indra h. mungkin dari background penulisnya yang sama-sama penyiar radio kali ya. Ketika buku ini mengajak kita merenungi mimpi-mimpi kita saya teringat buku dari Fahd Djibran dan Bondan Fade2Black dengan judul ‘Hidup berawal dari mimpi’ serta Ranah 3 Warna dari Bang Ahmad Fuadi. Sungguh indah sekali memori ini.


Buku ini menceritakan perjalanan 3 anak muda selepas masa kuliahnya kemudian terjun ke dunia lapangan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan kuliah sebelumnya. Kita diajak berfikir bahwa apa yang menjadi pilihan kita ini benar-benar sesuai dengan kata hati kita sendiri? Dimulai dari perjalanan seorang gadis Matari namanya yang bekerja sebagai seorang reporter di TvB. Keinginan sebenanya adalah sebagi news anchor tetapi takdirnya belum mengijinkan secara langsung. Dia yang selepas wisuda yang hanya selang 2 minggu mendapat pekerjaan sebagai reporter karena ingin membayar mimpinya yang masih terhutang alias gelar sarjana yang diperoleh berasal dari hasil utang dari teman kerabatnya saat itu bapaknya baru saja di PHK dan tidak sanggup membiayai kuliah. Tidak tanggung-tanggung huatngnya  sejumlah 70jta dengan ganjaran gelar sarjana yang disandangnya. Tetapi passion yang sudah matari geluti selama ini belum bisa membantu melunasi hutangnya sebesar itu, diperlukan waktu 11 tahun dengan gaji yang didapatkan selama ia bekerja, sementara hidup dengan hutang itu sangat tidak mengenakkan. Terlintas fikiran untuk berpindah haluan kerja dengan gaji yang 3 kali lebih banyak agar hutang cepat lunas akan tetapi impiannya sebagai News Anchor pun tertunda sebagai konsekuensinya. Ini pergulatan pertama..

Perjalanan kedua dimulai dari seorang Bankir, bernama Awan Angkasa. Setelah lulus dari jurusan matematika dari Institut terkenal di Bandung, kemudian mendaftar sebagai karyawan Bank yang dulu ayahnya sebelum meninggal pernah bekerja di tempat tersebut. Kemapanan kerjanya sebagai seorang Bankir ternyata tidak membawa kedamaian hidup bagi Awan karena pekerjaan tersebut sejatinya bukanlah pilihan sendiri, melainkan ibunya yang khawatir akan masa depan anaknya karena telah ditinggal mati oleh suaminya. Awan pun tidak bisa menolak keinginan ibunya yang sebenarnya ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, karena dia menggantikan peran ayahnya segai tulang punggung keluarga. Bertahun-tahun impiannya dipendam sebagai seorang sang pencerita, atau penulis naskah film yang bakatnya diturunkan dari sang ayah. Akan tetapi sang ayah sudah meninggal sekarang, tidak ada yang bisa membelanya. Suatu saat episentrum itu pun mengguncangkannya sebagai akumulasi keinginannya yang besar namun belum juga terwujud.

Sosok ketiga yaitu dari seorang pemuda bernama Prama, seorang teman baik dari Awan semasa kuliah dulu yang sekarang sudah sangat mapan bekerja di dunia perminyakan. Dunia yang sudah diimpikannya sejak dulu. Segala target dalam hidupnya hampir tercapai. Lulus S1 di usia 22 tahun, bekerja di dunia perminyakan dan lulus S3 di usia 27 tahun dan menikah di usia 28 tahun. Dia adalah seorang visioner dan focus dengan targetnya, sehingga membuahkan hasil bekerja sebagai Reservoir engineering dan berstatus sebagai international mobile employee, yang membuatnya harus siap berkelana ke berbagai belahan benua sesuai dengan pengeboran lading minyak. Dengan gaji yang tinggi tentunya 4500 dolar per bulan dengan fasilitas kerja premium. Akan tetapi satu hal yang membuatnya terasa semua yang sudah di capainya ini seperti sebuah kestagnanan. Hatinya. Ya hatinya merindukan akan sebuah rasa. Rasa yang tidak dia sadari telah menguap dari dirinya, karena saat dia mengejar imipiannya yang dia fikirkan adalah dirinya sendiri. Sehingga dia memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan hati yang benar-benar membuat dia merasa sangat khilaf.

akhir dari cerita ini pun dikemas dengan apik  oleh sang penulis. seakan-akan saya turut merasakan kehabian tokoh-tokoh di dalamnya. i just can think, wondering all the time, mengingat-ingat lagi dengan kehidupan saya. apa yang berhasil saya dapatkan benar-benar mebuat saya bahagia ? bagaimana dengan anda kawan ???

Aduuh rasanya pengen cerita semua isi buku ini, tapi gak mungkin juga. Pasti dikipuk sandal ama sang penulis dikira melanggar hak cipta lagi hehehe. Ada beberapa tulisan di buku tersebut yang saya kira menarik untuk dicantumkan di sini..





Ini dia #saya niat banget nih soalnya dari awla membaca sudah saya tandai point-point yang menarik J
-       - Tak pernah disangkanya bahwa mencari kerja itu sama susahnya dengan mencari jodoh. Sama-sama  memiliki persyaratan yang harus dipenuhi..

-          Keyakinan kecil yang baru aja lo sebutin itu seperti nyala sebuah lilin dalam gelap. Mungkin memang nggak bisa melihat semua, tapi setidaknya lilin itu yang akan menuntunmu mencari jalan keluar.. pegang aja nyala keyakinan yang ada dalam hari dan pikiranmu. Semoga itu yang akan membuat banyak hal leleh dengan api keyakinan yang kamu punya..

-          Makan enak berbanding lurus dengan pertumbuhan berat badan yang horizontal. ( satu kalimat ini membuat saya nyengir sendiri karena teringat teman saya yang saya kira sepanjang hidupnya hanya menggerutu akan kondisinya #hahaha peace guys. Syukuri segala sesuatu ya.. ingat Tuhan itu tidak tidur

-          Just do something that you love to do, and the money will follow you

-          Cinta itu jorok.. dia ada di mana aja, nggak kenal tempat. Temuin pilihan gue tadi deh, siapa tahu cocok,,buka mata buka hati,, rasain di sini (di dalam dada)

-          Adem dan tenteram itu bukan soal tempat tapi soal pikiran dan hati. Kalau yang atas,pikiran udah ruwet, hati juga akan ikut ruwet

-          Harta itu membuat hati seseorang menjadi keras, sementara ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya. Hamka pernah bilang,ilmu itu untuk kesempurnaan akal. Bertambah luas akal, bertambah luaslah hidup,bertambahlah rasa bahagia

-          Seni mendengar itu sebenarnya jauh lebih sulit dari seni berbicara. Dengan mendengar, kita bisa memahami orang lain secara lebih baik. Mendengar menjadi modal awal kita untuk menemukan solusi dari permasalahan dan membuat orang merasa dihargai

-          Urusan cinta itu jorok nak,,, dia bisa kau temukan di mana dan kapan saja. Yang utamanya apa kau sudah pantas untuk dicintai? Cinta itu memang kebutuhan. Tapi kita harus pandai mengukur kebutuhan diri kita. Kalau kamu butuh orang baik, kamu harus baik dulu. Kalau kamu butuh pengertian, ya kamu juga harus bisa mengerti orang lain dulu. Kebaikan akan dipertemukan dengan kebaikan. Itu hukum alam nak,,

-          Hidupkan impian orang lain. Tularkan energy. Memberi dengan kualitas

-          The earth provides enough to every man’s need, but not every man’s greed

your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life

-          Karena sesuatu yang dilakukan dari hati pasti akan melahirkan prestasi

-          Menolong orang di saat kita lagi mampu itu bagus. Tapi menolong orang ketika kita lagi susah, itu juara !

-          Saat itu ia menyadari bahwa ia berada pada jalur yang salah, ia merasa ketenangan jiwanya porak poranda. Seperti baru saja diguncang gempa. Gempa yang yang melanda jiwa itu membuatnya resah. Dan, di atas jiwa yang sedang mengalami keresahan itu. Awan bertekad menemukan ‘episentrum’nya. Sesuatu yang ternyata punya makna besar bagi perjalanan kariernya. Bukanlah perkara mudah untuk menjelaskan pilihan-pilihan hidup ini pada orang lain. Pindah kerja adalah sebuah perkara mudah karena hanya tempat atau benda yang berpindah. Tapi pindah profesi? Seperti pindah jalur penerbangan dengan tujuan yang berbeda. Ini soal impian, keinginan, cita-cita, dan harapan. Awan merasa episentrumnya adalah impiannya

-          You can solve the problem if you can state it!

-          Kaidah 10.000 jam ? untuk menjadi seseorang yang ahli di bidangnya, diperlukan latihan yang panjang dan lama. Tidak ada yang instan, kita sudah tahu itu. Dalam berbagai hal penelitian terhadap profesi dan bakat apa pun di dunia ini, programmer, pemain buku tangkis, atau seorang public speaker ternama sekalipun.. mereka perlu latihan selama sepuluh ribu jam untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan demi menjadi seorang yang ahli dan berkelas dunia. Orang-orang yang berada dalam tahapan puncak kariernya, itu bukan hanya karena mereka sudah berlatih keras atau lebih keras dari pada orang lain, tapi jauh lebih keras ! hidup mereka juga bukan tanpa halangan .. pasti ada. Tapi bagaiman  mereka bertahan untuk ada di jalur yang mereka geluti, luar biasa. Otak kita butuh waktu yang panjang untuk menyerap semua yang dibutuhkan dan menjadi seseorang yang ahli di bidangnya

-          Setiap orang itu punya masalah,, masalah itu akan selalu ada, bagaimana kita mengelola masalah itu yang akan menjadikan kita dewasa

-          Awan mengatakan semua kaliamatnya dengan penuh rasa percaya diri. Keteguhan hati atas sebuah pilihan itulah yang selalu membuat Prama kagum pada sosok temannya ini. Kegaguman yang tak pernah terkatakan. Itulah bedanya laki-laki dan perempuan. Makhluk perempuan bisa saling mumuji dengan brutal satu sama lain. Tapi laki-laki, pujian disampaikan dalam banyolan dan kadang-kadang sarkasme. Seperti ada sebuah gentlemen agreement di antara kaum mereka

-          Ini bukan sekedar perjalanan mata yang melihat gelap dan terang. Bukan sekedar perjalanan menembus ratusan hari. Tapi, ini perjalanan sebuah keyakinan .. perjalanan  mata, hari dan hati

-          Setiap individu itu akan selalu berfikir tentang keberadaanya, tentang eksistensi yang nggak Cuma dilihat dari fisik tapi juga wujud spiritualnya

-          Bahagia itu bukan Cuma soal uang, dan pilihan hidup itu nggak perlu harus sama dengan orang lain

-          Setiap orang mengukir perjuangan sendiri. Dan, selalu ada kisah-kisah yang terserak tentang perjuangan dalam meraih banyak hal. Saat seseorang siswa berhasil lulus ujian. Saat seorang mahasiswa berjuang untuk bisa lulus sidang. Ketika seorang lulusan sarjana berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Saat seorang pekerja berjuang mempertahankan pekerjaanya, pekerja lainnya sedang berjuang mengubah nasib untuk mencari peluang yang lebih baik. Di saat seorang pekerja berjuang meningkatkan pendapatannya,ada seorang pekerja lainnya sedang berusaha mencari makna kenapa ia harus bekerja? Saat seorang pekerja memiliki target untuk mengejar kenaikan pangkat dan jabatan, seorang lainnya sedang berjuang mengejar kepuasan bekerja. Setiap orang bebas menentukan arah kariernya. Setiap orang bebas memperjuangkan apa yang diyakininya. Tapi pada akhirnya, orang-orang yang punya komitmen, merasa cinta dengan apa yang dilakukan, dan selalu berangkat kerja dengan penuh semangat adalah orang-orang yang sedang membuat perubahan. Dengan energy yang dimilikinya, mereka berbagi dan mendorong orang lain untuk merasakan hal yang sama, kebahagiaan- dalam bentuk apa pun. Termasuk meneruskan apa yang pernah didapatkan dalam hidup ini. Meneruskan kesempatan dan kepercayaan.

Recommended to all of you guys to read this book ! worth reading..
Terima Kasih sudah membaca blog ini….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar