Minggu, 11 Desember 2011

review buku '99 Cahaya di Langit Eropa' bi Hanum Salsabiela Rais

karena buku yang baru selesai saya baca ini bukan milik say dan akan segera dilempar ke orang lain,,hehehe maka saya akan segera mereviewnya agar tidak lupa. langsung saja,,,                                                                                                           Kebetulan di suasana baru saya mendapat kesempatan untuk membaca buku karangan dari Hanum Salsabiela Rais ini bergaya tentang islam di daerah eropa baik mengenai sejarahnya mupun mengenai kehidupan sekarang ini. Dari nama pengarang sudah tidak asing lagi, dia adalah putri dari Pak Amin Rais. Hanum adalah jurnalis di trans TV yang sedang mengembara di Eropa mendampingi suaminya, Rangga Almahendra yang sedang menempuh studi doktoralnya di Wina, Austria. keterampilan yang dimilki hanum ini sebgai jurnalis membuat buku yang digarapnya menjadi sangat mudah dimengerti tanpa mengesampingkan keindahan di seiap bahasa. Pembaca memang seakan-akan diajak berpetualang dan melihat langsung hal-hal yang dijelajahinya selama lebih dari 3 tahun di sana.

Tidak hanya itu dari buku ini saya bisa mendapat puluhan atau bahkan informasi baru yang belum saya tahu atau bahkan yang awalnya saya tidak suka dan membuat saya selalu penasaran dengan isi di buku selanjutnya, sungguh kaya akan informasi. Buku ini memang mengulas sejarah peradaban Islam pada zaman dahulu akan tetapi tidak membosankan seperti jika saya membaca buku mata pelajaran sejarah. Wah sungguh disayangkan,, coba kalau dari dulu buku sejarah yang ngarang mb Hanum pasti saya sudah milih jurusan sejarah, hehehe

tidak dipungkiri setelah membaca buku ini, saya semakin bangga menjadi orang islam, bahwa islam itu ternyata indah. DARI SEGI MANAPUN. 

Buku bergenre Novel Islami ini diawali dengan sebuah prolog, yang berisi tentang latar belakang penulis melakukan perjalanannya, dan sebuah overture (pengantar) berisi kisah usaha penaklukan Austria oleh pasukan Islam dari dinasti Ottoman/Turki Utsmani di bawah pimpinan Kara Mustafa Pasha, yang berujung pada kekalahan pasukan Ottoman. Overture ini menjadi semacam “benang merah” bagi cerita-cerita selanjutnya di buku ini.

Buku ini merangkum perjalanan mb Hanum di 4 negara, dengan Wina sebagai tempat tinggal yang paling lama karena menempuh pendidikan doktoral. Bagaiman islam pernah berjaya di situ dan meninggalkan kebudayaannya,  ke empat negara itu adalah Wina (of course), Paris, spansnyol ( Granada dan Cordoba) yang terakhir Istambul, Turki. 

Di setiap tempat yang dikunjungi, penulis menyisipkan sisipan sejarah kebudayaan Islam di tempat tersebut. Misalnya saja tentang bukit Kahlenberg yang menjadi tempat kekalahan pasukan Islam dalam Pertempuran Wina; tentang Axe Historique–garis imajiner di Paris yang dibuat Napoleon Bonaparte yang melintasi Arc de Triomphe du Carrousel, obelisk di Place de la Concorde, Arc de Triomphe de l’√Čtoile, dan Grande Arche de La D√©fense–yang katanya jika diteruskan ke arah tenggara akan sampai ke Ka’bah; tentang Mezquita-Cathedral Cordoba (masjid yang diubah menjadi katedral di Cordoba); dan masjid Hagia Sophia (gereja yang diubah menjadi masjid selama kekuasaan Turki Utsmani, dan kemudian diubah menjadi museum setelah Turki berubah menjadi republik).

Sekali lagi saya ngomong (" eh ,,nulis) bahwa saya itu kalo di pelajaran sejarah adalah jam tidur favorit saya, tapi kini saya harus menyesalinya karena ternyata sejarah itu menarik. Banyak hal yang bisa kita ungkap dari sejarah khususnya Islam. Dari yang saya dapatkan ilmu dari buku tersebut misalnnya, di museum Louvre yang terkenal itu, Paris, ternyata terdapat Islamic Art Gallery, di sana banyak hiasan piring yang di tulis dengan arab kufic ( arap kuno), dan yang mencengangkan lagi terdapat foto bunda Maria sedang menggedong yesus namun memakai hijab yang bertuliskan kalimat Tauhid, La Illahaillah. Subhanallah...




 biar lebih menarik maka liat foto-fotonya dulu yuk rekksss ( hahaha alay banget >.<)

ini nih biar narsis dulu mb Hanum nya,, smile :)


nah gambar di bawah adalah museum Louvre yang terkenal di Paris tersebut,, sungguh main indahnya ,, pengeeen kesana :(,, Insya Allah kesana, amiiin


adalah hagia sophia pada gambar di bawah ini. Hagia Sophia (holy wisdom) atau Ayasofya dalam bahasa Turki. Bangunan romantis di Istanbul, Turki, ini adalah saksi perjalanan sejarah agama di Eropa.
Awalnya, Hagia Sophia adalah Eastern Orthodox Cathedral, kemudian berubah menjadi Katedral untuk Katolik Roma. Pada tahun 1453–1931, Ayasofya merupakan mesjid kerajaan.
Dan akhirnya tahun 1935, ia resmi dibuka untuk publik sebagai museum...


 ini gambar Vienna Islamic Center, masjid terbesar di Austria. Terletak di sebelah sungai DAnube yang menjadi saksi bisu banyak warga asli Eropa yang akhirnya mendapat hidayah dan memeluk Islam di masjid ini :) Subhanallah


nah gamabr di bawah ini Calat Alhambra (artinya : The Red Fortress). Sesuai namanya, selain berfungsi sebagai istana, bangunan mewah ini juga berperan sebagai benteng. Lokasinya adalah di Provinsi Granada, Spanyol. Mahakarya ini dibuat pada abad ke-14 oleh bangsa Moor periode dinasti Nasrid.


Oya ada informasi juga di sini, kbahwa bunga tulip yang terkenal itu, yang asalnya dari Belanda, ternyata bukan dari situ melainkan dari Turki. Terdapat di halaman 350 di buku tersebut bahwa tulip adalah bunga asli antolia Turki dan sebagian Asia tengah. Tulip menjadi semakin populer saat Ottoman ( Raja Turki saat itu) melancarkan invasi ke negara Eropa. Termauk ketika Ottoman berlabuh di Belanda. Tidak ada satupun negara yang melirik tulip itu untuk dikembangkan, kecuali Belanda. Sungguh informasi yang sangat menarik,, Worth Reading J


sungguh memukau bukan kawan??  kalian musti baca dah, gak bisa digambarin lebih lanjut karena takut di tangkep polisi gara2 melakukan aksi pembajakan,,hahahah

selamat menikmati buku ini dan keep leaning keep growing :)
tunggu review buku selanjutnya gann,, on progress buku 2 tangis dan 1000 tawa oleh pak Dahlan Iskan
ini bukunya :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar