SERBA-SERBI DI MUSIM HUJAN
Musim panas telah berlalu, kini musim
hujan telah tiba. Sungguh hujan suatu berkah dari Tuhan karena hadir di
kala banyak orang dilanda krisis air. Namun demikian, turunnya hujan bisa pula
menjadi ancaman bila tidak diwaspadai. Hal ini disebabkan hujan juga bisa
menimbulkan bencana ekologis berupa banjir dan tanah longsor.
Nah, di sini mari kira tilik sejenak hal
apa yang telah terjadi di musim hujan kali ini, baik di kancah nasional maupun
internasional.
# Kejadian yang terjadi di musim hujan di
wilayah Nasional
1.
Lereng Merapi diterjang Angin
Kencang & Hujan Es, 127 Rumah Rusak
Sabtu (12/11/2011), sekitar pukul 14.45
WIB hujan deras melanda kawasan puncak hingga radius 15 Km dari puncak Merapi.
Hujan disertai angin menyapu sekitar lereng Merapi di sebelah barat tepatnya di
Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Sebanyak 127 rumah rusak akibat diterjang
angin puting beliung dan hujan es di lereng Gunung Merapi. Luas wilayah yang
mengalami kerusakan meliputi enam dusun, 2 desa di Kecamatan Srumbung,
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Setelah satu jam hujan bersama dengan angin
kencang menerjang, tiba-tiba hujan es turun. Warga yang panik langsung
berhamburan masuk ke rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri
2.
Banjir di Kabupaten Badung, Bali
Kerugian material akibat banjir di Kabupaten Badung,
Bali, Selasa (8/11) lalu mencapai Rp 1,4 miliar. Seperti diberitakan, peristiwa
banjir akibat hujan lebat yang berkepanjangan di Kota Denpasar, Selasa (8/11)
malam, telah menyebabkan 995 KK mengungsi karena rumahnya terendam banjir.
Kerusakan bangunan rumah dan infratruktur lainnya terjadi di 22 titik.
3. Banjir di pessel (pesisir selatan) Pasaman Barat, Padangpariaman, Padang
penyebab
utamanya intensitas hujan tinggi. Dari informasi BMKG Sicicin diketahui, jumlah
curah hujan tanggal 3 November 2011 lebih 300 mm per hari. Padahal, angka
tersebut biasanya jumlah per bulan. Itulah sebabnya, mulai tengah malam Kamis
(3/11) itu terjadi banjir dan longsor sangat luar biasa. Kedahsyatannya menelan
6 korban jiwa, harta benda, rumah, dan lahan pertanian, di kawasan Lengayang,
Lakitan, Kambang, dan sekitarnya. Sementara 3 dari
6 korban hilang sudah ditemukan meninggal. Tim SAR masih melakukan pencarian 3
korban yang hilang. Kerugiannya pun di perkirakan mencapai ratusan Milyar
4.
Banjir di Maimun,Medan menyebabakan ratusan rumah terendam air
terendam banjir dengan ketinggian sekitar satu meter, Sabtu. Banjir
tersebut terjadi karena meluapnya Sungai Deli, setelah bagian hulu menerima
curah hujan sejak Jumat (11/11/2011) malam. Banjir tersebut mengakibatkan
banyak siswa SD yang tidak bisa masuk sekolah karena terendam air.
5.
Banjir
di wilayah Aceh Singkil
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten
Aceh Singkil dan sekitarnya sepanjang sepekan terakhir, meluapkan Sungai
Cinendang. Ratusan rumah terendam banjir.
Banjir melanda sedikitnya empat kecamatan di
Kabupaten Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam. Masing-masing Kecamatan
Sumpang Kanan, Rimo, Singkil Utara, dan Suro. Sedikitnya tujuh desa mengalami
banjir terparah dengan ketinggian hingga 1,5 meter.
Banjir juga melumpuhkan jalan utama antara
Kabupaten Aceh Singkil dengan Kota Subussalam. Tingginya air menyulitkan warga
setempat menyelamatkan barang berharga. Sebagian warga memilih mengungsi ke
fasilitas publik dan kerabat.
Kerugian masyarakat makin berlipat akibat pusonya
puluhan hektar tanaman padi. Selain itu ratusan hewan ternak seperti unggas dan
kambing, mati.
6.
Serta masih banyak lagi bencana yang ada di kawasan
Indonesia lain, tak kalah Jakarta, Surabya dan kota Lainnya
# Bencana alam akibat musim hujan di
cakupan Internasional
1. Banjir di Thailand
Banjir besar ini melanda beberapa
provinsi di Thailand. Diperkirakan 2,3 juta orang terkena dampak dari banjir ini dan 533
orang tewas. Banjir ini diperkirakan menyebabkan kerugian sampai
156.700.000.000 baht (5,1 miliar USD) pada 18 Oktober. Banjir telah menggenangi
sekitar enam juta hektar lahan, lebih dari 300.000 hektar lahan adalah lahan
pertanian. Banjir ini terjadi di 58 provinsi, dari Provinsi Chiang
Mai di Utara sampai ibukota Bangkok di dekat muara sungai Chao
Phraya. Tujuh kawasan
industri utama telah terendam setinggi 3 meter (10 kaki) dan diperkirakan akan
terjadi selama 40 hari.
Banjir
ini memiliki dampak yang cukup besar , antara lain : Kenaikan harga hard disk drive (HDD),
menurunnya pasokan komputer sekitar 3,1 % dikarenakan komponen untuk membuat
komputer sulit didapat, terhambatnya pasokan komponen industri otomotif seperti
Toyota-Astra motor.
2. Banjir di Vietnam
Jumlah korban jiwa dalam banjir
Vietnam meningkat dari 55 menjadi 78. Anak-anak-lah yang menjadi umumnya
menjadi korban jiwa banjir maut ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun
langsung bertindak dalam peristiwa ini.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, 65 bocah yang berusia di bawah 16
tahun menjadi korban jiwa dalam banjir tersebut.
"Banjir dari Sungai Mekong banyak menelan korban jiwa dan sebagian besar
korban adalah anak-anak, mereka tenggelam saat banjir menerjang wilayah tempat
tinggalnya," ujar utusan PBB, seperti dikutipAFP, Selasa
(8/11/2011).
Pada 10 Oktober lalu, total kerugian
akibat banjir di Vietnam ini mencapai 44 juta dolar US atau sekira Rp390,8
miliar. Korban tewas akibat banjir yang
melanda Vietnam dikabar terus bertambah. Hingga kini 105 orang dilaporkan tewas
dan dua lainnya dinyatakan hilang.
Sebagian besar korban tewas akibat banjir ini berasalah dari wilayah Selatan
Vietnam, yang memang dilanda banjir paling parah dalam
satu dekade terakhir
3.
Banjir di
Italia
Di
benua Eropa, banjir melanda Italia. Enam orang tewas saat banjir bandang
menerjang Kota Genoa, Jumat 4 November 2011. Hujan lebat yang jadi pemicu juga
menumbangkan pepohonan.
Pernerbangan di area tersebut dibatalkan atau ditunda. Pertandingan Genoa
melawan Inter Milan tak jadi digelar. Seperti dilaporkan Euro News, Senin 7 November 2011,
di kawasan dekat Naples, dua orang yang berada dalam mobil hilang terseret
banjir. Sementara, di dekat Pozzuoli, seorang pria tewas saat pohon menimpa
mobilnya. Jutaan penduduk di
sejumlah kota Italia terpaksa dievakuasi akibat banjir dan badai yang melanda
negara tersebut sejak dua pekan lalu. Pertandingan sepakbola antara kesebelasan
Napoli dan Juventus yang sedianya akan digelar kemarin terpaksa ditunda sampai
batas waktu yang tidak ditentukan.
Jumlah
korban tewas akibat banjir di Italia bertambah menjadi sedikitnya tujuh orang
setelah seseorang ditemukan tewas karena mobilnya tertimpa pohon di Napoli,
sebagaimana dilansir stasiun berita BBC pada Senin 7 November 2011. Pada Jumat
lalu, 4 November 2011, sudah enam orang ditemukan tewas di kota Genoa.
4.
Bencana longsor
di Kolombia
Tanah longsor melanda
kota-kota di bagian barat Kolombia. Longsor terjadi setelah hujan deras terus
menerus diguyur. Longsor mengakibatkan delapan orang tewas dan puluhan lainnya
hilang.
Longsor yang menimpa Quindio dan wilayah Caldas, empat orang terkubur
hidup-hidup. Kejadian terjadi saat mereka terlelap tidur di rumah di El
Castillo, satu dusun kecil kota pedesaan Calarca. Selain korban tewas
sembilan orang terluka dalam kejadian tersebut
5.
Banjir di
Kamboja
Kamboja
menjadi salah satu negara delta sungai Mekong di Asia yang mengalami bencana
banjir. Setidaknya 247 orang di Kamboja tewas dan sepersepuluh lahan persawahan
rusak pada bencana banjir terparah sejak tahun 2000 tersebut. Banjir terburuk
yang melanda Kamboja selama satu dekade, membuat perdagangan daging tikus
negara tersebut merugi. Pasalnya, banjir juga menenggelamkan tikus-tikus yang
potensial untuk diekspor ke Vietnam. Setiap tahunnya Vietnam mengekpor 17 ton
daging tikus.
6.
Banjir di
wilayah Oman
OMAN,Wilayah Muscat Oman kemarin, Rabu (02/11/11)
sore diguyur hujan deras sehingga menyebabkan kemacetan dijalan protokol.
Air
mengenang hingga kejalan bahkan, salah satu Rumah Sakit pemerintah bernama
Annohdah terpaksa mengevakuasi para pasiennya akibat air meluap masuk kedalam
kamar pasien.
Namun,
banjir di Kota Muscat hanya sesaat saja, karena sistem drainase cukup baik
sehinga menyerap air dengan cepat tak seperti di kota Jakarta.
Sejak pukul
14.45 hingga 19.15 waktu setempat Muscat Oman diguyur hujan deras. Padahal kota
Oman terbilang hampir tak pernah merasakan hujan. Sebab dalam setahun hujan
bisa dihitung dengan jari.
# Fakta unik tentang hujan
1. Fenomena Alam - Hujan Ikan di Honduras
Peristiwa
ini terjadi di Departamento de Yoro, Honduras antara bulan Mei dan Juli 1998
lalu. Namun hingga kini, masyarakat setempat terus mengenang peristiwa langka
itu dengan rutin menggelar perayaan yang dikenal dengan "Festival de la
Lluvia de Peces" ( Festival Hujan Ikan). Dalam festival, seluruh warga berpesta
pora dengan memasak berbagai macam menu dari ikan.
Sejumlah saksi yang mengalami fenomena
menakjubkan itu menuturkan, hujan ikan itu diawali dengan awan gelap di langit.
Kemudian diikuti oleh petir, guntur, angin kencang dan hujan lebat selama
2 sampai 3 jam. Setelah hujan berhenti, ratusan ikan hidup ditemukan di tanah.
Orang-orang pun membawa pulang ikan-ikan itu untuk dimasak dan disantap.
Yang menarik adalah, fenomena hujan ikan
yang terjadi setiap tahun antara bulan Mei dan Juli di Honduras dan telah berlangsung
selama lebih dari 100 tahun. Sebelum hujan ikan terjadi, memang para penduduk
selalu melaporkan adanya badai petir yang mendahului
2.
Hujan Burung di Inggris
Lalu, pada tanggal 11 Maret 2010 peristiwa
jatuhnya lebih dari 100 ekor burung jalak di Somerset, Inggris, yang
dilaporkan oleh seorang perempuan bernamaJulie Knight. Walaupun
peristiwa ini belum tentu disebabkan oleh angin, tetapi peristiwa inipun bisa
disebut sebagai "hujan burung".
3.
Hujan daging di Amerika Serikat
satu peristiwa yang berhubungan dengan
hujan materi organik adalah peristiwa hujan daging segar yang terjadi pada
tanggal 9 Maret 1876 di Olympia Springs, Amerika Serikat. Menurut saksi mata
bernama Allen Crouch, potongan-potongan daging kecil
berjatuhan dari langit di halaman rumahnya seperti butiran salju. Dua pria yang
meneliti gumpalan daging itu menyimpulkan kalau daging itu kemungkinan adalah
daging menjangan atau domba. Sebagian orang menduga kalau daging itu berasal
dari domba-domba yang tercincang ketika terbawa angin
4.
Hujan darah di India
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayamdan Idukki
di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10hari pertama
dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10
hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya
berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju
yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga
melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya
hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India
dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey
Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada
mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir
gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di
dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi
Mereka mengumpulkan lebih dari 120
laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari
wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di
dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran
pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain
seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel
itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan
dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel
yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari
Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi
5. Hujan Sapi di jepang
Pada tahun 1997, Tim penyelamat Jepang
berhasil menyelamatkan sejumlah nelayan yang telah berpegangan di puing-puing
kapal mereka di laut lepas selama beberapa jam.
Yang menarik adalah, pengakuan mereka mengenai penyebab tenggelamnya kapal
mereka.
Menurut nelayan-nelayan itu, seekor sapi telah jatuh dari langit, menimpa kapal
mereka dan menyebabkannya tenggelam. Pihak berwenang yang mendengar pengakuan
ini mengira mereka sedang bercanda dan segera menjadi gusar. Lalu, para nelayan
yang malang itu segera dimasukkan ke dalam penjara.
Tidak lama kemudian, angkatan udara Rusia menginformasikan kepada pihak
otoritas Jepang kalau salah satu kru mereka telah mencuri seekor sapi untuk
dipotong. Sapi itu kemudian dimasukkan ke dalam pesawat dan dibawa terbang.
Ketika pesawat sedang mengudara, sapi itu menjadi marah dan mulai mengacaukan
situasi, mungkin karena panik atau mabuk udara.
Untuk menyelamatkan pesawat yang sedang terbang, para kru memutuskan untuk
melempar sapi itu keluar.
Dan akhirnya, kita mendapatkan sebuah kapal penangkap ikan yang tenggelam dan
para nelayannya yang berjuang memegang puing-puing kapal sambil berusaha
merenungkan peristiwa yang baru saja menimpa mereka.
Ini baru namanya hari yang sial.
Jadi, ketika kita melihat keluar dan masih melihat tetesan air bening yang
turun ke bumi, mungkin kita harus mengucap syukur karenanya (ingat nasib para
nelayan Jepang).